aku bisa
Rabu, 07 Desember 2011
Jumat, 28 Oktober 2011
ada tiga hal yang bisa dilakukan oleh kita untuk bisa belajar bersikap dewasa :
- Tidak Emosional atau Tergesa-gesa.
Sikap tenang dan tidak
emosional dibutuhkan baik ketika berkomentar, mengambil sikap, ataupun ketika
menentukan sebuah keputusan. Karena andaikata tergesa-gesa biasanya keputusan
yang diambil kurang tepat.Apalagi bila kurang ditunjang oleh data dan fakta
yang akurat. Dan permasalahan akan bertambah jika disikapi pula dengan sikap
yang emosional. Oleh karena itu kita harus latihan untuk bisa meredam sikap
yang emosional.
- Berlatih Untuk Bijak.
Kadang kala kita bisa mengambil
keputusan atau sikap yang memang menyelesaikan sebuah masalah tetapi kadang
kala dengan sikap yang kita pilih tersebut, ternyata ada pihak yang merasa
terluka. Seharusnya jika kita ingin menasehati orang lain sebaiknya jangan
sampai orang lain merasa digurui; kita menang tanpa orang lain merasa dikalahkan
dan kita sukses tanpa orang lain merasa terdzolimi. Kita harus melatih diri
sekuat tenaga untuk bisa merubah sesuatu tanpa kita merasa berjasa, atau orang
lain merasa lebih rendah dan hina. Untuk bersikap seperti ini kita perlu
berlatih untuk tidak menonjolkan diri seakan-akan kitalah yang paling bisa,
paling pandai, paling mulia, paling berjasa. Karena semakin sering kita
menonjolkan diri justru itulah sifat yang kekanak-kanakkan.
- Semakin memperbaiki isi daripada topeng.
Orang yang senang memamerkan
"topeng" adalah salah satu sikap yang kekanak-kanakkan. Untuk itulah
kita harus lebih senang meningkatkan kualitas kepribadian, kualitas keimanan,
kualitas keilmuan dan wawasan, kualitas akhlak dan keikhlasan dibandingkan
hanya sibuk memperbaiki kualitas rumah, kualitas baju ,dan kendaraan.
Memang manusia tidak dilarang untuk memiliki dunia tetapi kalau hanya sibuk
dengan dunia sedangkan dirinya terabaikan maka itulah yang akan menimbulkan
masalah. Yang akan terjadi adalah dirinya akan semakin sibuk bersembunyi
dibalik topeng karena takut kehilangan topengnya, akibatnya dia menjadi orang
yang tidak jujur terhadap diri sendiri karena merasa pujian terhadap topeng
adalah pujian terhadap dirinya dan orang yang bersandar biasanya selalu takut
kehilangan tempatnya bersandar.
Semoga kita dapat menikmati proses pendewasaan sikap dan kematangan kepribadian lewat aneka kejadian yang menimpa diri kita masing-masing sehingga Insya Allah mudah-mudahan selain bertambah umur bertambah juga kedewasaan dan kearifan kita dalam bersikap.
Langganan:
Komentar (Atom)